Waktu mengajakku kembali berputar,
ke masa lalu.
terlihat, terasa disana
keceriaan terpancar.
Tawa dan kasih sayang...
Ayahku..
Saat itu,
Ayah seakan terus dan ingin tertawa
bersamaku.
Seakan tak ingin kehilanganku..
Akan terus melindungiku..
Dan kehangatanmu, Ayah..
Sepertinya takkan terhapus..
saat itu aku sangat yakin, Ayah..
Kau pasti sayang padaku...
......
...
Tapi,
sekarang, kukatakan dan kupastikan
Itu hanya gumpalan masa lalu
yang takkan terputar dua kali
dalam hidupku.
Masa itu hanya sejumput kenangan
yang aku rasa
jauh bertahun-tahun lalu.
Kini aku,
dan ayahku seakan
terpisah jauh, sangat jauh..
Tak ada tawa
pun keceriaan...
Semua musnah terhapus masa
Semua hilang ditelan usia
....................
......................
yang tertinggal hanya kesedihan dan sepi..
Ayah, detik ini..
Aku ingin masa ini berganti.
Karnya : Anandita N.K
Rabu, 23 November 2011
IBU
Ibu...
adalah wanita yang telah melahirkanku
merawatku
membesarkanku
mendidikku
hingga diriku telah dewasa
Ibu...
adalah wanita yang selalu siaga tatkala aku dalam buaian
tatkala kaki-kakiku belum kuat untuk berdiri
tatkala perutku terasa lapar dan haus
tatkala kuterbangun di waktu pagi, siang dan malam
Ibu...
adalah wanita yang penuh perhatian
bila aku sakit
bila aku terjatuh
bila aku menangis
bila aku kesepian
Ibu...
telah kupandang wajahmu diwaktu tidur
terdapat sinar yang penuh dengan keridhoan
terdapat sinar yang penuh dengan kesabaran
terdapat sinar yang penuh dengan kasih dan sayang
terdapat sinar kelelahan karena aku
Aku yang selalu merepotkanmu
aku yang selalu menyita perhatianmu
aku yang telah menghabiskan air susumu
aku yang selalu menyusahkanmu hingga muncul tangismu
Ibu...
engkau menangis karena aku
engkau sedih karena aku
engkau menderita karena aku
engkau kurus karena aku
engkau korbankan segalanya untuk aku
Ibu...
jasamu tiada terbalas
jasamu tiada terbeli
jasamu tiada akhir
jasamu tiada tara
jasamu terlukis indah di dalam surga
Ibu...
hanya do'a yang bisa kupersembahkan untukmu
karena jasamu
tiada terbalas
Hanya tangisku sebagai saksi
atas rasa cintaku padamu
Ibu..., I LOVE YOU SO MUCH
juga kepada Ayah...!!!
Karnya : Suroyo "roy"
adalah wanita yang telah melahirkanku
merawatku
membesarkanku
mendidikku
hingga diriku telah dewasa
Ibu...
adalah wanita yang selalu siaga tatkala aku dalam buaian
tatkala kaki-kakiku belum kuat untuk berdiri
tatkala perutku terasa lapar dan haus
tatkala kuterbangun di waktu pagi, siang dan malam
Ibu...
adalah wanita yang penuh perhatian
bila aku sakit
bila aku terjatuh
bila aku menangis
bila aku kesepian
Ibu...
telah kupandang wajahmu diwaktu tidur
terdapat sinar yang penuh dengan keridhoan
terdapat sinar yang penuh dengan kesabaran
terdapat sinar yang penuh dengan kasih dan sayang
terdapat sinar kelelahan karena aku
Aku yang selalu merepotkanmu
aku yang selalu menyita perhatianmu
aku yang telah menghabiskan air susumu
aku yang selalu menyusahkanmu hingga muncul tangismu
Ibu...
engkau menangis karena aku
engkau sedih karena aku
engkau menderita karena aku
engkau kurus karena aku
engkau korbankan segalanya untuk aku
Ibu...
jasamu tiada terbalas
jasamu tiada terbeli
jasamu tiada akhir
jasamu tiada tara
jasamu terlukis indah di dalam surga
Ibu...
hanya do'a yang bisa kupersembahkan untukmu
karena jasamu
tiada terbalas
Hanya tangisku sebagai saksi
atas rasa cintaku padamu
Ibu..., I LOVE YOU SO MUCH
juga kepada Ayah...!!!
Karnya : Suroyo "roy"
Sesungguhnya
saat dunia berhenti berputar
saat manusia tak sanggup lagi berharap
ketika mentari tak sanggup lagi bernjanji
menyinari dunia yang tak kau singgahi
mampukah kau untuk berbagi
tanpa hasrat ingin diberi
dihadapannya, dihadapanmu ya Allah
saat manusia tak sanggup lagi berharap
ketika mentari tak sanggup lagi bernjanji
menyinari dunia yang tak kau singgahi
mampukah kau untuk berbagi
tanpa hasrat ingin diberi
dihadapannya, dihadapanmu ya Allah
Aku Bukan Pilihan Hatimu
jika memang diriku
bukan lah menjadi pilihan hatimu
mungkin sudah takdirnya
kau dan aku takkan mesti bersatu harus slalu kau tau
kumencintamu disepanjang waktuku
harus slalu kau tau
semua abadi untuk slamanya
karena kuyakin cinta dalam hatiku
hanya milikmu sampai akhir hidupku
karena kuyakin disetiap hembus nafasku
hanya dirimu satu yang slalu kurindu
bukan lah menjadi pilihan hatimu
mungkin sudah takdirnya
kau dan aku takkan mesti bersatu harus slalu kau tau
kumencintamu disepanjang waktuku
harus slalu kau tau
semua abadi untuk slamanya
karena kuyakin cinta dalam hatiku
hanya milikmu sampai akhir hidupku
karena kuyakin disetiap hembus nafasku
hanya dirimu satu yang slalu kurindu
Langganan:
Postingan (Atom)




